Selamat Datang di Buletin Konservasi Kepala Burung (Bird's Head) Blog "sebuah Blog yang berisi artikel-artikel seputar konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, dan merupakan media informasi, komunikasi, sosialisasi antar sesama rimbawan dalam menegakkan panji-panji Konservasi..."
Bagi Bapak/Ibu/Sdr/Sdri/Rekan-Rekan Sekalian yang ingin menyampaikan artikelnya seputar Konservasi atau ingin ditampilkan pada Blog ini, dapat mengirim artikel tersebut ke Email Tim Redaksi Buletin : buletinkepalaburung@gmail.com atau ke Operator atas nama Dony Yansyah : dony.yansyah@gmail.com

Kamis, 23 Desember 2010

Burung Kasuari Maskot Papua Barat (Edisi 2 2009)

Klasifikasi

Burung Kasuari merupakan jenis burung yang mudah dikenal, karena selain bentuk tubuhnya yang besar, burung ini juga memiliki kekhasan dalam warna dan bentuk bulu. Burung kasuari dikelompokan dalam 3 jenis (spesies), yaitu Casuarius bennetti (Kasuari Kerdil), Casuarius casuarius (Kasuari Gelambir Ganda), Casuarius unappendiculatus (Kasuari Gelambir Tunggal). Jenis yang sekarang menjadi maskot Provinsi Papua Barat (terdapat dalam logo) adalah Casuarius casuarius (Kasuari Gelambir Ganda), karena memang jenis ini paling banyak dijumpai di daerah Kepala Burung (Provinsi Papua Barat).
Klasifikasi burung kasuari adalah sebagai berikut:
Kelas : Aves 
Ordo : Struthioniformes 
Famili : Casuariidae
Genus : Casuarius
Spesies :Casuarius casuarius   Linneaus (1758) 
Spesies : Casuarius  unappendiculatus 
 Linneaus (1758)
Spesies :Casuarius bennetti   Linneaus (1758)
Dari tiga spesies tersebut burung kasuari terbagi dalam 19 sub spesies (6 sub spesies Casuarius bennetti, 8 sub spesies Casuarius casuarius, 5 sub spesies Casuarius unappendiculatus).

Penyebaran
Sebagian besar spesies maupun sub spesies burung kasuari endemik Papua dan pulau-pulau di sekitarnya dan penyebarannya sangat terbatas. Persebaran burung kasuari di Papua dan daerah lainnya di kawasan Australasia.



Deskripsi Morfologi
Burung kasuari merupakan jenis burung terbesar yang hidup di Indonesia, khususnya di  Papua, memiliki morfologi yang cukup unik dan indah. Anak kasuari memiliki warna bulu coklat tua membujur sepanjang badannya. Ukuran dewasa dicapai dalam satu tahun, yaitu ketika bulu-bulu muda berubah warna menjadi coklat polos kusam. Pada bentuk dewasa warna bulu hitam mengkilat, kasar dan kusut, dengan pigmentasi biru, merah, jingga dan pada beberapa sub spesies ada yang berwarna kuning. Kepala burung kasuari dihiasi dengan mahkota, yang ukurannya kecil pada saat muda dan sangat besar pada burung dewasa jenis tertentu. Pipi coklat abu-abu pucat, bergaris coklat tua, mungkin karena pewarnaan yang terpecah-pecah. Ciri khas yang lain adalah adanya gelambir yang tumbuh pada panggkal tenggorakan sampai pertengah leher. Kasuari dewasa pada saat berdiri dapat mencapai tinggi 1,3  1,7 meter dengan berat sampai 60 kg. Tubuh kasuari betina lebih besar dengan gelambir yang lebih panjang dibandingkan dengan kasuari jantan. Burung ini memiliki sepasang kaki yang kuat dan kokoh dengan tiga ruas jari dan kuku yang tajam. Sedangkan sayap tidak tumbuh sempurna dan sangat kecil sehingga tidak dapat terbang.

Habitat dan Tingkah Laku 
Burung kasuari hidup soliter (menyendiri) dan mungkin memiliki daerah teritorial tertentu. Hidup di hutan hujan dataran rendah, hutan rawa, hutan pegunungan dan lembah, sabana, Kasuari gelambir ganda sering dijumpai di pinggiran hutan, bantaran sungai atau melintasi savana kecil dan mampu menyeberangi sungai yang lebar serta meninggalkan jejak kaki dilumpur seperti jejak dinasaurus. Kasuari kerdil sering dijumpai menyeberangi lereng-lereng terjal dan vegetasi lebat untuk mencari buah-buahan kecil atau besar, yang jatuh di dalam hutan. Cara terbaik untuk memantau kegiatan kasuari adalah dengan mencari jejak kaki dan kotorannya. Kotoran kasuari biasanya berupa gundukan besar dari biji-bijian yang sering ada di sepanjang jalan setapak. 
Sebagaimana jenis burung yang lain, kasuari berkembang biak dengan cara bertelur. Biasanya telur diletakan pada tanah gundul dan kasuari betina menjaga sendiri telur-telur dan anaknya. Kasuari liar memiliki sifat penakut dan menghindari manusia, namun kasuari yang telah dipelihara (ditangkar) sering mengikuti manusia bahkan ada yang menyerangnya. Serangan kasuari dapat mematikan, khususnya pada tendangan kakinya yang sangat kuat. Pada saat marah biasanya kasuari mengluarkan suara dengkuran yang dalam dan rendah, menyerang sambil menunduk disertai suara mengeram rendah dan ribut, membuka-buka tutup paruhnya dengan cepat dan bulu-bulu tunggirnya berdiri.

Perburuan 
Kasuari sering diburu orang untuk diambil daging, bulu dan telurnya. Bulu dan telur kasuari sering diperdagangkan sebagai cendera mata, karena memiliki bentuk yang unik dan indah. Telur burung kasuari sangat besar yang menggambarkan betapa besar induknya dan memiliki cangkang yang keras sehingga dapat diukir. Selain itu kasuari juga sering diperdagangkan dalam keadaan hidup untuk dipelihara sebagai kesenangan.

Status Perlindungan
Semua jenis kasuari telah masuk dalam daftar jenis yang dilindungi di Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah No 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa. Dengan status tersebut maka setiap orang yang tidak boleh berburu, menyimpan, memiliki, mengangkut burung kasuari dan atau bagian-bagiannya.

Daftar Pustaka
Beehler, B. M., T. K. Pratt and D. A. Zimmerman. 1986. Birds of New Guinea. Princeton University Press. New Jersey.
Oktovina Eryanan. 2006. Ekspose Hasil-Hasil Penelitian. Balai Litbang Kehutanan Papua dan Maluku. Manokwari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar