Selamat Datang di Buletin Konservasi Kepala Burung (Bird's Head) Blog "sebuah Blog yang berisi artikel-artikel seputar konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, dan merupakan media informasi, komunikasi, sosialisasi antar sesama rimbawan dalam menegakkan panji-panji Konservasi..."
Bagi Bapak/Ibu/Sdr/Sdri/Rekan-Rekan Sekalian yang ingin menyampaikan artikelnya seputar Konservasi atau ingin ditampilkan pada Blog ini, dapat mengirim artikel tersebut ke Email Tim Redaksi Buletin : buletinkepalaburung@gmail.com atau ke Operator atas nama Dony Yansyah : dony.yansyah@gmail.com

Kamis, 23 Desember 2010

Peringatan Hari Bumi Sedunia 22 April 2010 di Kota Sorong (Edisi 6 2010)


Kita sering merasakan panas yang sangat menyengat, tanah dan udara pun terasa panas. Kalau diibaratkan kulit manusia, mungkin Bumi sudah keriput. Bumi kita memang sudah cukup tua, usianya sekitar ± 4,6 miliar tahun.

Segala macam peristiwa dan pergolakan terjadi dalam setiap waktu perputaran bumi ini, terutama mengenai lingkungan kita. Dalam keadaan yang cukup tua, bumi kita masih harus memikul dan menanggung segala macam kerusakan lingkungan baik di darat, laut maupun udara.
Jika diibaratkan bumi kita seperti seorang kakek/nenek yang renta, bungkuk, dan sudah tidak mampu lagi melakukan pekerjaan yang berat. Begitulah bumi kita, bumi yang menjadi penopang seluruh kehidupan makhluk hidup ini sudah tidak mampu lagi memberikan kenyamanan dan pelindung yang nyaman bagi penghuni planet biru ini. Gunung-gunung sudah semakin banyak yang diratakan, hutan-hutan semakin banyak yang digundulin, isi perut bumi semakin gencar dikuras, kerusakan lingkungan terjadi dimana-mana, jika demikian jangan pernah heran kalau sudah semakin banyak dan sering bencana dan musibah terjadi di bumi kita ini.

Sejarah Singkat Peringatan Hari Bumi
Bumi kita juga diperingati setiap tahunnya, bukan karena bumi kita berulang tahun tapi karena sebagai wujud keprihatinan terhadap planet biru ini yang semakin tua namun semakin berat menopang segala macam beban kerusakan lingkungan.
Hari bumi diperingati oleh seluruh warga dunia setiap tanggal 22 April. Hari bumi diperingati atas prakarsa Gaylord Nelson pada tahun 1970. Beliau adalah senator atau anggota parlemen di Amerika Serikat yang sangat peduli dengan lingkungan hidup. Tanggal 22 April 1970 sekitar 20 juta warga Amerika bersama-sama turun ke jalan untuk mengkampanyekan kesehatan dan kepedulian lingkungan hidup.
Kerusakan lingkungan terjadi dimana-mana, banyak orang yang menentang kerusakan lingkungan. Mereka protes terhadap rusaknya lingkungan hidup akibat pabrik-pabrik yang menyebabkan polusi udara, air dan hilangnya hutan-hutan yang menjadi paru-paru dunia.

Peringatan Hari Bumi di Sorong
Sebagai bentuk dukungan penuh dan pelaksanaan aksi serentak seluruh warga di belahan dunia maka Himpunan Pelajar Pecinta Alam Kota Sorong (HPKS) yang difasilitasi oleh Balai Besar KSDA Papua Barat tidak mau ketinggalan dalam melaksanakan Peringatan Hari Bumi Sedunia pada tanggal 22 April 2010. Peringatan Hari Bumi Sedunia kali ini yang bertema kan “Bersih Bumiku Sejuk Jiwaku” dipusatkan di kawasan wisata pantai “Tembok Berlin Sorong”. Kegiatan yang diikuti oleh peserta yang berjumlah kan ± 200 orang yang berasal dari kalangan pelajar dan guru baik SMP maupun SMA sekota Sorong ini (SMA N 1, SMA N 3, SMK N 1, SMK N 2, SMP N 1, SMP N 9) dan turut disponsori oleh Pemerintah Kota Sorong, Conservation International Indonesia (CII) Sorong, dan Indosat melaksanakan kegiatan pembersihan sampah-sampah yang merupakan sisa pembuangan dari para pengunjung yang datang di kawasan wisata tersebut juga merupakan sampah yang berasal dari para pedagang cafe-cafe tenda yang berada di sepanjang kawasan pantai Tembok Berlin Sorong.
Tembok Berlin Sorong merupakan kawasan wisata pantai yang paling banyak diminati dan dikunjungi oleh warga kota Sorong. Selain kawasan wisata yang tidak dikenakan biaya alias gratis, kawasan tembok berlin pun memiliki panorama yang cukup indah. Hamparan pasir yang putih dan laut yang biru, kita pun dapat melihat matahari terbenam dari kawasan ini, selain itu para pengunjung pun dimanjakan dengan makanan hasil laut seperti ikan bakar, kepiting, udang dan lain sebagainya serta jajanan-jajanan ringan yang disediakan oleh para pedagang cafe-cafe tenda sehingga tak mengherankan kawasan Tembok Berlin Sorong pun menjadi tempat tongkrongan para anak muda kota Sorong.
Namun dari segala macam keindahan dan daya tarik wisata pantai Tembok Berlin ini ternyata menyimpan berbagai macam ancaman kerusakan lingkungan yang justru akan merusak citra kawasan wisata pantai Tembok Berlin itu sendiri. Salah satu hal yang paling menonjol adalah sampah. Dimana-mana sampah merupakan problematika yang tidak pernah habis untuk diatasi.
Masih kurangnya kesadaran masyarakat akan arti kebersihan dan keindahan merupakan penyebab utama tercemarnya kawasan Tembok Berlin atas sampah. Berdasarkan hasil dari wawancara dan membagikan quisioner yang dilakukan oleh anggota HPKS terhadap para pengunjung dan pedagang di sekitar kawasan pantai Tembok Berlin, ternyata 60% sampah disumbangkan oleh para pengunjung dan 40% oleh para pedagang sekitar Tembok Berlin.
Ketika sejumlah pertanyaan yang dilayangkan kepada para pengunjung dan pedagang mengenai alasan mereka membuang sampah sembarangan adalah karena masih kurangnya tempat pembuangan sampah di sekitar kawasan pantai Tembok Berlin tersebut.
Tentunya ini menjadi perhatian kita bersama dalam mengatasi masalah sampah ini yang semakin hari semakin menjadi dilema lingkungan kita. Selain itu hal ini pun dapat menjadi evaluasi kita bersama dalam mengatasi masalah sampah tersebut.
Kegiatan yang dibuka oleh Walikota Sorong yang diwakili oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Sorong ini juga melaksanakan aksi penandatanganan spanduk peduli kebersihan Tembok Berlin. Sasaran dari penandatanganan spanduk peduli kebersihan Tembok Berlin tersebut adalah kepada seluruh para peserta dan para pengunjung serta pedagang-pedagang yang berada di sekitar kawasan pantai Tembok Berlin Sorong.
“Aksi Peringatan Hari Bumi Sedunia tanggal 22 April 2010 ini merupakan pertama kalinya diselenggarakan di Kota Sorong. Dan hal ini cukup membagakan kami, karena masih ada para generasi muda yang peduli lingkungan terutama kawasan pantai Tembok Berlin ini yang merupakan kawasan wisata bersama. Kebersihan pantai Tembok Berlin merupakan pencitraan kota kita, apabila bersih maka kita juga yang bangga, namun apabila kotor kita juga yang malu. Untuk itu diharapkan kedepannya bukan hanya Tembok Berlin yang diperhatikan masalah sampahnya namun di kawasan lain di Kota Sorong ini juga harus menjadi perhatian kita bersama. Selain itu Pemerintah Kota Sorong sangat mengharapkan dukungan dari Masyarakat, LSM, Organisasi-Organisasi Kemasyarakatan, Pecinta Alam dan para Stakeholders dalam mengatasi masalah sampah yang berada di Kota Sorong ini”. Demikian sedikit penggalan isi sambutan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Sorong dalam membuka Kegiatan Peringatan Hari Bumi Sedunia.
Kegiatan ini memang dapat dinilai sukses, karena kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan apa yang menjadi tujuan dari kegiatan ini telah tercapai. Namun dibalik semua itu tentunya masih banyak terdapat kendala dan hambatan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Diantaranya adalah masih terdapat beberapa sekolah yang tidak mau mendukung untuk diminta peran sertanya untuk ikut tergabung dalam aksi seperti ini dengan segala macam alasan. Tentunya ini menjadi keprihatinan kita bersama, bukankah kegiatan seperti ini bernilai positif dan dapat membentuk dan menumbuh kembangkan jiwa konservasi dan cinta lingkungan kepada anak didiknya sebagai generasi muda dan penerus bangsa ini. Kami sangat menyayangkan hal tersebut, dan juga memberikan apresiasi khusus dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang turut serta membantu dan mendukung sehingga Peringatan Hari Bumi Sedunia ini dapat berjalan dengan sukses dan lancar.
Semoga dengan Peringatan Hari Bumi Sedunia tanggal 22 April 2010 ini dapat menumbuhkan jiwa-jiwa konservasi dan cinta lingkungan pada diri kita dan dapat meningkatkan kesadaran kita akan arti pentingnya kebersihan lingkungan demi mewujudkan Bumi kita yang bersih dan nyaman untuk kehidupan kita. Atas nama Konservasi, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua Barat mengucapkan :

Selamat Hari Bumi Sedunia
22 April 2010
Bersih Bumiku…Sejuk Jiwaku…

Salam Lestari…
By : Dhony Syach

3 komentar: