Selamat Datang di Buletin Konservasi Kepala Burung (Bird's Head) Blog "sebuah Blog yang berisi artikel-artikel seputar konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, dan merupakan media informasi, komunikasi, sosialisasi antar sesama rimbawan dalam menegakkan panji-panji Konservasi..."
Bagi Bapak/Ibu/Sdr/Sdri/Rekan-Rekan Sekalian yang ingin menyampaikan artikelnya seputar Konservasi atau ingin ditampilkan pada Blog ini, dapat mengirim artikel tersebut ke Email Tim Redaksi Buletin : buletinkepalaburung@gmail.com atau ke Operator atas nama Dony Yansyah : dony.yansyah@gmail.com

Sabtu, 05 Maret 2011

Mengenal dan Mengidentifikasi Jamur Liar (Wild Mushroom) di TWA Sorong (Edisi 8 2010)

I. Pendahuluan
Jamur sering kita jumpai pada saat musim penghujan pada tempat-tempat yang lembab. Jamur tumbuh di kayu-kayu yang telah lapuk, serasah, jerami, dan bahan organik yang lainnya. Umur hidup jamur tidaklah lama, pada musim kemarau jamur sulit ditemukan kecuali pada lantai-lantai hutan yang iklim mikronya masih sangat bagus. Tidak semua orang mengetahui manfaat jamur, bahkan ada beberapa orang yang tidak tertarik untuk mengenalnya karena alasan kotor dan beracun. Beberapa jenis jamur telah diketahui bisa dimakan (edible mushrooms) bahkan ada yang berkhasiat obat. Tapi ada juga beberapa jenis lainya yang berbahaya untuk dimakan. 

TWA Sorong memiliki iklim mikro yang baik untuk tempat tumbuhnya jamur liar (wild mushroom). Identifikasi jamur liar di TWA Sorong perlu dilakukan untuk mengetahui keragaman jamur liar yang tumbuh di dalamnya. Dari kegiatan identifikasi akan dapat diketahui jenis jamur apa saja yang berpotensi untuk dimakan, yang beracun, dan yang berkhasiat obat. Di Manokwari ibukota provinsi Papua Barat, penduduk lokal telah mengetahui jenis-jenis jamur liar yang bisa dimakan dan tidak. Beberapa penduduk lokal di sana ada yang menjual jamur hutan di pasar tradisional Sanggeng dan Wosi [15].

II. Mengenal Ciri-ciri Umum Jamur
Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme lainnya, yaitu dalam hal : struktur tubuh, cara makan, dan reproduksinya.
a. Struktur Tubuh
Struktur tubuh jamur ada yang satu sel, misalnya: khamir, ada pula jamur yang multi seluler membentuk tubuh buah besar yang ukurannya mencapai satu meter, misalnya : jamur kayu. Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa. Hifa membentuk jaringan yang disebut miselium[2]. Miselium menyusun jalinan-jalinan semu menjadi tubuh buah.
Tubuh buah jamur pada umumnya tersusun oleh bagian bagian yang dinamakan  tudung/cap (pileus), bilah (lamellae), kumpulan bilah (gills), cincin (annulus/ring), batang/tangkai (stipe), cawan (volva), akar semu (rhizoids), sisik (scale), .


b. Cara Makan 
Untuk memperoleh makanan jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya yang akan disimpan dalam bentuk glikogen. Jamur bersifat heterotrof yaitu sebagai konsumen murni yang bergantung pada subtract yang menyediakan karbohodrat, protein, vitamin, dan senyawa kimia lainnya. Sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat bersifat parasit obligat, parasit fakultatif, atau saprofit [2].  
  1. Parasit Obligatif, merupakan sifat jamur yang hanya dapat hidup pada inangnya, sedangkan diluar inangnya tidak dapat hidup, misalnya Pneumonia carinii (khamir yang menginfeksi paru-paru penderita AIDS). 
  2. Parasit Fakultatif, merupakan jamur yang bersifat parasit jika mendapat inang yang sesuai, tetapi dapat bersifat saprofit jika tidak menemukan inang yang cocok. 
  3. Saprofit, merupakan jamur pelapuk dan pengubah susunan zat organik yang telah mati.

c. Reproduksi
Reproduksi jamur dapat secara seksual (generative) dan aseksual (vegetative) [2]. Secara aseksual, jamur menghasilkan spora. Sedangkan secara seksual pada jamur melalui kontak gametangium dan konjugasi. Kontak gametangium mengakibatkan terjadinya singami, yaitu persatuan sel dari dua individu.

III. Bagaimana Membedakan Jamur yang Beracun dan Tidak
a. Jamur yang Beracun Memiliki Ciri-ciri sebagai berikut : [1]
  • Pada umumnya mempunyai warna yang menyolok, seperti : merah darah, hitam legam, biru tua, ataupun warna-warni lainnya;
  • Menghasilkan bau busuk yang menusuk hidung, seperti telur busuk H2S ataupun bau amoniak;
  • Mempunyai cincin atau cawan, akan tetapi ada juga jamur yang mempunyai cincin tetapi tidak beracun seperti jamur merang dan jamur kompos;
  • Umumnya tumbuh pada tempat-tempat yang kotor seperti tempat pembuangan sampah dan kotoran hewan;
  • Apabila jamur beracun tersebut dikerat dengan pisau yang terbuat dari perak maka pisau tersebut akan berwarna hitam atau biru;
  • Apabila dimasak cepat sekali berubah warna dari warna putih menjadi gelap.
  • Contoh jamur yang beracun di antaranya Amanita, Lepoita, Russula, Phallus, Boletus, dll.
b. Jamur yang Tidak Beracun Memiliki Ciri-ciri sebagai berikut: [5] [6]
  • Warna spora cokelat, misalnya , Volvariella volvaceae (jamur merang). Ada juga warna spora putih antara lain Pleurotus sp (jamur tiram cokelat, putih, atau kuning), Tremella fusiformis (jamur kuping putih) dll;
  • Kalau jamur dioleskan ke kulit tidak gatal ada kemungkinan  jamur tersebut  tidak beracun;
  • Apabila pada tubuh buah jamur terlihat banyak kropeng2 bekas dimakan serangga atau siput berarti jamur itu bisa dimakan.
  • Warna jamur yang tidak beracun pada umumnya tidak menyolok dan tidak mengeluarkan bau yang menyengat.

IV. Kandungan Gizi dan Khasiat Jamur Budidaya
a. Kandungan Gizi Jamur 
Jamur sudah menjadi bahan yang populer sejak sebelum masehi, raja-raja Mesir dan Yunani kuno dikenal sebagai penyuka jamur. Kebanyakan orang mengkonsumsi jamur selain karena kelezatannya juga karena khasiat dan kandungan gizi dalam jamur tersebut. Dari hasil penelitian diketahui perbandingan kandungan gizi jamur dengan makanan lain seperti terlihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 1. Perbandingan Kandungan Gizi Jamur dengan makanan Lain (dalam %) [3

Tambahan lagi tentang kandungan gizi jamur, diketahui kalori yang dikandung jamur adalah 100 kj/100 gram dengan 72% lemak tak jenuh. Jamur juga sangat kaya akan vitamin, diantaranya B1, B2, Niasin, dan Biotin. Sedangkan untuk mineral, jamur mengandung K, P, Fe, Ca, Na, Mg, Mn, Zn, dan Cu. Bagi para pelaku diet mengkonsumsi jamur sangatlah disarankan karena kandungan seratnya mencapai 7,4 %  24,6 %.

b. Khasiat Jamur
Hasil penelitian yang dilakukan Ujagar Group (India) dijelaskan bahwa, mengkonsumsi jamur tiram bagus untuk liver, pasien diabetes, antivirus dan anti kanker [4]. Penelitian lain yang dilakukan Departemen Sains Kementerian Industri Thailand diketahui  jamur tiram juga mengandung asam folat yang cukup tinggi dan terbukti ampuh menyembuhkan anemia [4].  Beta Glucan Health Center mengatakan bahwa jamur tiram yang bernama latin Pleurotus ostreatus mengandung senyawa pleuran yang berkhasiat sebagai antitumor, menurunkan kolesterol, serta bertindak sebagai antioksidan [4].

Para peneliti jamur telah melakukan riset sejak tahun 1960 dan mendapati dalam jamur terkandung polisakarida Beta-D-glucans yang mempunyai efek positif sebagai antitumor, antikanker, antivirus (termasuk AIDS), melawan kolesterol, antijamur, antibakteri, serta dapat meningkatkan sistem imun [4]. Di Jepang dan Cina telah dilakukan penelitian terhadap jamur Ganoderma (spesies Applanatum dan Lucidum) yang juga diketahui mengandung senyawa polisakarida Beta-D-glucans dengan rantai panjang, delapan jenis di antaranya berkhasiat sebagai antitumor [4]. Jamur Ganoderma juga sangat baik untuk mengobati alergi, asma, hepatitis, hepatitis B laten, TBC, rasa nyeri, menurunkan panas, memperbaiki pencernaan, mencairkan dahak, dan secara umum baik untuk paru-paru.

V. Identifikasi Jamur Liar (Wild Mushroom) di TWA Sorong
Identifikasi jamur dilakukan pada jalur tracking yang ada di dalam kawasan TWA Sorong. Selama di lapangan dilakukan pengambilan gambar dengan kamera. Selanjutnya dilakukan identifikasi jenis berdasarkan bentuk, warna, dan ukuran tubuh buah dengan merujuk pada berbagai sumber. 

Beberapa jenis jamur yang terdapat di dalam TWA Sorong dan telah diidentifikasi antara lain:
Hasil identifikasi Jamur liar (wild mushroom)  di TWA Sorong diketahui beberapa jenis yang tidak beracun dan bisa dikonsumsi. Ditemukan jenis jamur kuping hutan (Auricularia auricularia) yang sudah umum dikonsumsi masyarakat. Terdapat juga jenis jamur Ganoderma sp. dan Tremetes sp. yang telah diketahui berpotensi bahan obat. Sangat dimungkinkan masih terdapat banyak jenis jamur hutan di TWA Sorong yang belum berhasil diidentifikasi. 
Tabel 2. Spesifikasi Jamur Liar (Wild Mushroom) yang Telah Diidentifikasi di TWA Sorong

Potensi jamur liar khususnya di wilayah Papua Barat belum banyak diketahui dan dipelajari. Karena berpotensi sebagai sumber bahan makanan masa depan dan sumber bahan obat alami, jamur liar (wild mushroom) layak untuk dikaji dan diteliti lebih lanjut. 

Daftar Referensi
  • Http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2745399, di download tanggal 12 September 2010.
  • http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0024%20Bio%201-5a.htm di download tanggal 12 September 2010.
  • http://usahajamur.co.cc/2009/02/nilai-gizi-jamur/ di download tanggal 15 September 2010
  • http://catatankoe.wordpress.com/2007/12/11/aneka-khasiat-jamur/di download tanggal 15 September 2010
  • http://www.suaramerdeka.com/harian/0301/04/dar20.htm didownload tanggal 12 Oktober 2010
  • http://tanyasaja.detik.com/pertanyaan/11039-jamur di download tanggal 12 Oktober 2010
  • http://it.wikipedia.org/wiki/Aleuria di download 18 Oktober 2010
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Amauroderma di download 18 oktober 2010
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Honey_fungus#Description di download 18 Oktober 2010
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Auricularia auricula-judae di download 18 oktober 2010
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Collybia di download 18 Oktober 2010
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Ganoderma didownload 18 Oktober 2010
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Hydnum_repandum di download 18 Oktober 2010
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Trametes_versicolor di download 18 Oktober 2010
  • http://charlesroring.wordpress.com/2010/03/15/jalan-jalan-ke-gunung-meja-manokwari-papua-barat/ di download 12 Oktober 2010
  • http://www.infovisual.info/01/024_en.html di download 22 Oktober 2010

Oleh : Eko Yuwono, S.Hut
















3 komentar:

  1. ijin membaca dan salam kenal :D

    BalasHapus
  2. Hati-hati pak tentang bagian ciri-ciri jamur yang tidak beracun dalam artikel bapak! Pembaca yang salah tafsir dapat berakibat pembaca tsb keracunan, berakibat fatal hingga merenggut nyawanya sendiri:
    1. TIDAK SEMUA jamur yang berwarna tidak mencolok, dan tidak terang adalah tidak BERACUN, contohnya: Amanita phalloides (berwarna putih), Galerina sulciceps (berwarna coklat). Kedua jamur tersebut beracun dan mematikan. Jamur yang terakhir saya sebutkan banyak menyebabkan keracunan (kematian) di Indonesia karena salah identifikasi :(
    2. TIDAK SEMUA jamur yang dimakan serangga tidak beracun. Contoh: (lagi-lagi) Amanita phalloides. Jamur ini sering menjadi sarang larva serangga, sehingga bentuk jamur nya kropeng2 seperti dimakan serangga. Tentu saja jamur tersebut mematikan untuk manusia (walaupun untuk serangga tersebut aman2 saja)
    3. Jamur tidak bereaksi terhadap perak! Beracun atau tidak beracun, jamur tidak akan mengubah perak menjadi warna hitam. Hati-hati jangan makan jamur karena jamur tersebut tidak mengubah perak anda menjadi hitam!
    4. Tidak semua jamur BERACUN yang dimasak akan menjadi hitam. Sekali lagi hati-hati!

    Cara paling aman untuk mengidentifikasi apakah jamur yang anda temui itu beracun atau tidak, adalah dengan cara MENGETAHUI dan MENGENALI jamur tersebut dengan PASTI. Apabila anda ragu-ragu, JANGAN MAKAN JAMUR TERSEBUT!

    Semoga comment saya ini bermanfaat.

    BalasHapus
  3. gejala keracunan jamur emang seperti apa gan?

    BalasHapus