Selamat Datang di Buletin Konservasi Kepala Burung (Bird's Head) Blog "sebuah Blog yang berisi artikel-artikel seputar konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, dan merupakan media informasi, komunikasi, sosialisasi antar sesama rimbawan dalam menegakkan panji-panji Konservasi..."
Bagi Bapak/Ibu/Sdr/Sdri/Rekan-Rekan Sekalian yang ingin menyampaikan artikelnya seputar Konservasi atau ingin ditampilkan pada Blog ini, dapat mengirim artikel tersebut ke Email Tim Redaksi Buletin : buletinkepalaburung@gmail.com atau ke Operator atas nama Dony Yansyah : dony.yansyah@gmail.com

Jumat, 06 Mei 2011

Blogger: Buletin Konservasi Kepala Burung (Bird's Head) Blog - Statistik

Blogger: Buletin Konservasi Kepala Burung (Bird's Head) Blog - Statistik

Manfaat Sebatang Pohon

Mengapa Penghijauan perlu diperhatikan dan harus tetap dilaksanakan ? Mengapa Pepohonan harus ditanam kembali dan dijaga kelestariannya ? Karena Pohon adalah makhluk hidup yang tidak bisa berjalan tetapi memberikan peran yang signifikan bagi makhluk yang berjalan.

Ada penciptaan yang nyata pada pohon. Sel-sel yang menyusun pohon tertata sedemikian agar membentuk akar, batang, kulit kayu, buluh air, cabang, dan daun. Sel-sel itu membentuk bagian-bagian yang membuat pohon bertahan hidup dengan melakukan fungsi-fungsi penting. Ada suatu pembagian kerja yang tertata dan terencana di antara bagian-bagian itu.
Sebatang pohon menyerupai sebuah pabrik kimia raksasa. Proses-proses kimia yang sangat rumit dijalankan dengan menimbang urut-urutan yang tanpa cela. Ada bukti bahwa organ-organ yang menjalankan proses-proses ini melakukan perhitungan bagaikan seperangkat komputer.

Dari sebuah kajian penelitian, secara sederhana dapat disimpulkan semakin tinggi pohon yang tumbuh subur diatas tanah akan semakin memberi manfaat yang lebih di antaranya adalah: (a) Menghasilkan oksigen 1,2 kg/pohon/hari, (b) Membuat teduh/sejuk, menyerap panas 8x lebih banyak, (c) Menjaga kelembaban, menguapkan 3/4 air hujan ke atmosfir, (d) Menyerap debu, (e) Mengundang burung (f) Membuat keindahan.

Sementara itu fungsi pohon di bawah tanah di antaranya adalah: (a) Menyerapkan air ke tanah, (b) Mengikat butir-butir tanah, (c) Mengikat air di pori tanah dengan kapilaritas dan tegakan permukaan.
Mengapa menebang pohon dilarang ?
  1. 1 (satu) pohon menghasilkan 1,2 kg oksigen per hari. 1 (satu) orang bernafas perlu 0,5 kg oksigen per hari. Jadi 1 (satu) pohon menunjang kehidupan 2 (dua) warga dan menebang 1 (satu) pohon di kota berarti mencekik 2 (dua) warga.
  2. Akar pohon menyerap air hujan ke tanah sehingga tidak mengalir sia-sia. Kemudian mengikat air di pori tanah dan menjadikan sebagai cadangan air di musim kemarau, sehingga ketersediaan air tanah secara berkesinambungan tetap terjaga dan menjdaikan debit mata air, sungai dan danau tetap besar, serta tidak terjadi kekeringan pada musim kemarau dan pada musim penghujan bencana banjir tidak terjadi. Jadi menebang pohon di hutan atau di lereng gunung terutama di daerah tangkapan air / konservasi secara tidak terkendali dan tanpa usaha penanaman kembali, berarti mengundang bencana banjir bandang, serta mengakibatkan mata air, danau dan sungai menjadi kering. Kondisi seperti ini sangat tidak menguntungkan bagi pertanian di pedesaan.
  3. Akar pohon juga mengikat butir-butir tanah sehingga dapat mencegah terjadinya erosi dan tanah longsor. Jadi menebang pohon terutama di daerah tangkapan air / konservasi seperti daerah pegunungan atau hutan tanpa upaya menanam kembali berarti mengundang bencana erosi dan tanah longsor terutama pada musim penghujan.
  4. Pohon-pohon di hutan mendaur ulang hujan dan membangun iklim mikro sehingga iklim mikro terjaga, kelembaban terkendali dan curah hujan turun. Jadi menebang pohon di hutan dan membiarkan hutan menjadi gundul, berarti kita menciptakan lingkungan gersang dan terjadi kekeringan terutama pada musim kemarau. Kondisi seperti ini sangat tidak menguntungkan bagi pertanian di pedesaan.
Tanaman apa yang cocok ditanam di pedesaan ?
Tanaman yang cocok ditanam di pedesaan terutama di kawasan konservasi atau daerah tangkapan air / konservasi adalah tanaman yang mempunyai nilai konservasi tinggi dan mempunyai nilai ekonomi tinggi, sehingga kelestarian lingkungan hidup terjaga dan kesejahteraan hidup masyarakat meningkat, misalnya :
  1. Tanaman yang mempunyai manfaat hidrologis tinggi sehingga mampu mendukung daur alami tanah dan mencegah terjadinya banjir bandang.
  2. Atau tanaman yang mempunyai manfaat klimatologis agar mampu membangun iklim mikro dan menjaga kelembaban sehingga curah hujan turun.
  3. Atau tanaman yang mempunyai manfaat arologis untuk mengurangi tingkat kerusakan tanah sehingga dapat mencegah erosi dan tanah longsor.
  4. Atau tanaman yang mempunyai manfaat sebagai penyerap dan protektif sehingga mampu menjadi pelindung dari teriknya sinar matahari dan terpaan angin kencang.
Contoh :
Jambu Mente, Durian, Nangka, Kayumanis, Petai, Sukun, Kopi, Cacao, Melinjo, Alpukat, Mangga, Rambutan, Kemiri, dll.
Tanaman apa yang cocok ditanam untuk rehabilitasi lahan kritis ?
Tanaman yang cocok ditanam untuk rehabilitasi lahan kritis adalah tanaman yang mempunyai nilai konservasi tinggi, seperti : Jambu Mente, Durian, Petai, Randu, Mangga, Melinjo, Jengkol, Nangka, Sukun, Cempedak, Kayumanis, Aren, Kemiri, Alpukat, Suren, Jati, Kopi, Cacao, Jarak, Rambutan, dll.

Tanaman apa yang cocok ditanam di pinggir jalan ?
Tanaman yang cocok ditanam di pinggir jalan adalah tanaman yang mempunyai :
1. Manfaat estetis / keindahan
2. Mempunyai manfaat sebagai penyerap polutan, dimana daun-daun tanaman tersebut mampu menyaring debu dan mengisap polutan seperti karbon dioksida (CO2).
3. Mempunyai manfaat sebagai pelindung dari terik matahari dan peredam suara kebisingan.
4. Serta mempunyai manfaat hidrologis yang mendukung daur alami air tanah.
Contoh :
1. Tanaman pohon besar seperti : Kenari, Mahoni, Angsana, Kecrutan, Kemuning, Palm Raja, Bungur, Norfolk, Saga, Asam dan Cemara Sumatera.
2. Tanaman pohon sedang seperti : Dadap Merah, Dadap Belang, Bungur Biasa, Jakaranda, Kelapa Sawit, Saputangan Merah, Janda Merana, Bintoro dan Santalun.
3. Tanaman kecil seperti : Asam Londo, Cicas, Palem Merah, Palem Botol, Phoenix, Palem Jepang, Palem Kuning, Palem Anggur, Walisongo, Pinang Jambe, Palem Putri, Palem Segitiga.
“Ingat menanam satu pohon berjuta kehidupan”